![]() |
| Hadiri HUT ke-80 PGRI Tingkat Kabupaten Mamasa, Bupati Mamasa: Guru Tidak Boleh Terlibat Politik Praktis |
Bupati Welem menambahkan bahwa solidaritas guru sangat diharapkan terus dipertahankan.
Guru adalah harapan bangsa dalam peningkatan prestasi dan peningkatan SDM yang berkualitas.
"Perlihatkan bahwa guru adalah contoh bagi masyarakat. Sy tidak mau lagi ada guru yg jadi sapi perah oleh oknum-oknum tertentu. Guru harus betul-betul melaksanakan tugas di kelas. Guru tdk boleh lagi terseret dalam kepentingan politik praktis." ujar Bupati.
Beliau juga menyampaikan bahwa pemerataan tenaga pendidikan ke depan harus dilaksanakan krn ada sekolah yg sangat kurang gurunya dan ada sekolah yg kelebihan guru, sehingga ke depannya diharapkan tidak boleh lagi ada nota tugas sesuai keinginan sendiri krn itu yg disinyalir merusak sistem pendidikan selama ini.
Senada dengan itu Ketua PGRI Mamasa Enos Tiaga, Spd mengatakan bahwa di era digitalisasi, guru harus beradaptasi dengan program digitalisasi (depplanin).
Enos menegaskan bahwa soliditas dan solidaritas harus terus ditegakkan untuk keutuhan guru di kabupaten Mamasa.
Guru mesti menjadi teladan bagi anak didik dan panutan bagi masyarakat. (Red)

0 Comments