UJARAN.CO.ID - Dalam rangka memperkuat budaya literasi keluarga yang dibangun melalui sinergi antara rumah dan sekolah, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) menyelenggarakan Gelar Wicara Literasi dari Rumah ke Sekolah bertema “Sinergi Orang Tua dan Buku Melalui Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI)” di Jakarta, Selasa (7/10).
Penasihat DWP Kemendikdasmen, Nurul Mazidah Fajar, menekankan pentingnya menumbuhkan budaya baca sejak usia dini. Menurutnya, kebiasaan membaca sebaiknya diperkenalkan sebelum anak memasuki usia sekolah, dimulai dari lingkungan keluarga.
“Kami berupaya membangun budaya baca pada anak sejak dini. Artinya, buku sudah dikenalkan sebelum mereka masuk sekolah. Di rumah, kami menyediakan pojok baca, bahkan menempatkan buku di berbagai sudut rumah agar anak terbiasa melihat dan tertarik membuka buku,” jelas Nurul.
Ia menambahkan, Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) menjadi sarana penting bagi orang tua dalam menyediakan bahan bacaan berkualitas. Melalui platform ini, orang tua dapat dengan mudah mengakses ribuan buku digital sesuai usia dan kebutuhan anak.
“Di SIBI tersedia banyak sekali buku berkualitas yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Orang tua dapat menyeleksi bacaan yang sesuai usia. Ini sangat membantu menumbuhkan kebiasaan membaca dari rumah,” ujarnya.
Nurul juga mendorong para ibu menjadi teladan dalam menumbuhkan minat baca di rumah. Ia menegaskan, budaya literasi tidak tumbuh hanya dengan arahan, tetapi harus disertai contoh nyata dari orang tua.
“Mari kita tingkatkan pendidikan dari rumah, dimulai dari hal kecil seperti membaca buku. Melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga, kita bisa membuka jendela dunia bagi anak-anak,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlinah Hafidz Muksin, menegaskan bahwa Dharma Wanita Persatuan berkomitmen memperkuat budaya literasi keluarga sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“DWP berkomitmen untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam kegiatan yang menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan masyarakat, perempuan, dan anak-anak. Tentunya dimulai dari keluarga kita sendiri,” ungkap Marlinah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BSKAP, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul. Literasi, kata dia, tidak hanya mencakup kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis dan memecahkan masalah.
“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga memahami, menganalisis, serta menggunakan informasi secara kritis. Dengan literasi, anak-anak dapat berpikir kritis dan memecahkan masalah nyata,” jelas Toni.
Ia menggambarkan pentingnya literasi melalui analogi yang kuat.
“Literasi itu ibarat kunci pintu rumah. Tanpa kunci, anak-anak sulit masuk ke ruang pengetahuan. Tetapi dengan literasi, pintu itu terbuka lebar menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Toni menambahkan, penguatan literasi hanya dapat terwujud melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan keluarga. Pemerintah melalui Pusat Perbukuan telah menyediakan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) sebagai akses publik terhadap bahan bacaan bermutu dan gratis.
“Kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan, BSKAP, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat budaya literasi dari rumah hingga ke sekolah, dari keluarga hingga ke bangsa,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, DWP Kemendikdasmen dan Pusat Perbukuan BSKAP berharap budaya literasi dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari keluarga Indonesia, sehingga rumah benar-benar menjadi tempat pertama dan utama dalam menanamkan karakter serta membentuk generasi yang cerdas dan berdaya saing.
Sebagai informasi, masyarakat dapat mengakses berbagai buku digital berkualitas secara gratis melalui Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) di laman buku.kemendikdasmen.go.id

0 Comments