Pelayanan Rumah Sakit Lambat, Sistem Sudah Canggih tapi Belum Efektif

Gambar: ilustrasi rumah sakit (istimewa)

Opini oleh,

Penulis : Istianah, Grace T. Pontoh, Aini Indrijawati, Kartini, Amiruddin, dan Syamsuddin 

Lambatnya pelayanan di rumah sakit bukan lagi hal baru. Dari antrean panjang hingga proses administrasi pasien yang memakan waktu berjam-jam, berbagai persoalan ini kerap menimbulkan ketidakpuasan, bahkan menurunkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan.

Ironisnya, banyak rumah sakit sebenarnya telah mengadopsi sistem informasi akuntansi (SIA) berbasis digital. Namun, mengapa sistem yang tampak canggih ini belum mampu menjawab tantangan efisiensi layanan?

Sebuah penelitian terbaru yang kami lakukan pada tahun 2025 memberikan gambaran menarik mengenai hal ini. Penelitian tersebut menemukan bahwa kualitas sistem tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas sistem informasi akuntansi. Artinya, meskipun sistem yang digunakan sudah canggih secara teknis, hal itu tidak serta-merta menjamin sistem tersebut benar-benar efektif dalam praktik.

Yang justru terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas SIA adalah kualitas informasi. Data yang lengkap, akurat, dan tepat waktu menjadi kunci agar sistem benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pengambilan keputusan dan pelaporan keuangan. Dalam konteks rumah sakit, kualitas informasi yang rendah bisa berarti keterlambatan dalam memproses data pasien, ketidaksesuaian tagihan, atau bahkan kesalahan dalam pendataan obat dan alat medis.

Hal lain yang menarik dari penelitian ini adalah bahwa kualitas layanan TI, termasuk kecepatan tanggap tim IT, pelatihan pengguna, dan dukungan teknis, ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas SIA. Ini menegaskan bahwa perbaikan layanan teknis semata tidak cukup jika informasi yang dihasilkan tetap tidak akurat atau tidak relevan.

Yang juga ditemukan memiliki pengaruh besar adalah dukungan manajemen puncak. Tanpa komitmen kuat dari direksi atau manajemen rumah sakit, implementasi dan pemanfaatan sistem informasi hanya akan menjadi formalitas. Dukungan ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga visi jangka panjang, perhatian terhadap proses integrasi, serta dorongan budaya kerja yang adaptif terhadap teknologi.

Temuan-temuan tersebut memberikan refleksi penting bagi dunia layanan kesehatan. Modernisasi sistem informasi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas data dan dukungan penuh dari pimpinan institusi. Hanya dengan kombinasi faktor tersebut, sistem informasi dapat benar-benar berfungsi untuk mempercepat pelayanan, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit.


0 Comments