![]() |
| Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Hatta mendorong agar Indonesia segera memproduksi mobil listrik nasional sebagai karya anak bangsa. |
UJARAN.CO.ID, BEKASI – Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Hatta mendorong agar Indonesia segera memproduksi mobil listrik nasional sebagai karya anak bangsa. Menurutnya, Tingkat Komponen Dalam Negeri(TKDN) untuk kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai 80 persen, merujuk pada produksi PT Hyundai Manufacturing Indonesia.
“Saya lihat itu, sekarang itu kalau sudah TKDN-nya sudah 80 persen, produk dari dalam negerinya sudah terserap 80 persen sebuah mobil electric vehicle, itu otomatis kan tinggal 20 persen lagi. Kenapa negara kita ini tidak membuat produksi sendiri, yaitu mobil nasional,” ujarnya.
Muhammad Hatta menyampaikan pernyataan tersebut dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke PT Hyundai Manufacturing Indonesia, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/2/2025). Ia menilai bahwa teknologi bukan lagi menjadi hambatan bagi Indonesia untuk memiliki industri otomotif sendiri.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan negara lain, terutama karena menjadi pemilik cadangan nikel terbesar di dunia. “Otomatis itu yang membuat mereka (produsen kendaraan listrik global) tetap bekerja sama dengan Indonesia. Kalau nggak ajak Indonesia (maka) nggak dapat nikel. Itu yang harusnya kita pikirkan bersama bagaimana ke depannya Indonesia punya industri otomotif sendiri, khususnya mobil listrik,” ujarnya.
Hatta mencontohkan Malaysia yang sukses dengan Proton sebagai mobil nasional mereka. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan mobil listrik nasional yang sepenuhnya dibuat oleh anak bangsa.
Hatta juga menyoroti pentingnya alih teknologi dalam industri kendaraan listrik. Ia mengapresiasi Hyundai yang telah melibatkan tenaga kerja lokal dan memberikan kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk mempelajari teknologi mobil listrik.
“Anak-anak muda kita sudah banyak mendapatkan transfer of knowledge dari Hyundai, dan mereka sudah belajar bagaimana membangun mobil dari riset dan pengembangan. Ini membuktikan bahwa kita mampu. Tinggal sedikit lagi, asalkan kita memiliki political will untuk mendorong industri otomotif dalam negeri. Pemerintah harus punya komitmen kuat untuk mewujudkan ini,” ujarnya.
Hatta menegaskan bahwa produksi mobil listrik nasional akan membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi negara maju dengan industri otomotif mandiri. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk merealisasikan proyek ini.
“Pemerintah harus punya komitmen kuat untuk mewujudkan ini,” ujarnya.
Dengan keunggulan sumber daya dan tenaga kerja terampil, Indonesia dinilai mampu menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik. Hatta berharap upaya ini dapat segera terwujud demi kemandirian industri otomotif dalam negeri.

0 Comments