Prof. Sukardi Weda Nyatakan Kesediaan Bertarung dalam Pemilihan Rektor UNM Periode 2026-2030

Prof. Dr. Sukardi Weda

Makassar, ujaran.co.id — Bursa calon Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026-2030 kembali bertambah. Prof. Dr. Sukardi Weda menyatakan kesediaannya untuk ikut dalam kontestasi pemilihan orang nomor satu di kampus tersebut.

Hal itu disampaikan saat sejumlah awak media berusaha mengkonfirmasi isu yang beredar terkait kesiapannya maju di pilrek UNM dalam waktu dekat. “Bismillah dinda, doakan ya,” ujarnya seusai sholat Jumat (14/08/26).

Prof. Sukardi Weda merupakan dosen Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM. Ia memiliki rekam jejak panjang dalam bidang akademik maupun manajerial di lingkungan perguruan tinggi.

Kariernya di UNM diawali sebagai Ketua Program Studi Sastra Inggris FBS UNM selama dua periode, yakni 2011-2019. Setelah itu, ia dipercaya sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNM.

Kariernya kemudian berlanjut ke tingkat universitas. Prof. Sukardi Weda pernah menjabat sebagai Wakil Rektor UNM Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Ia juga pernah dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi dan Bisnis Kalla (Kalla Institut).

Selain berkiprah di lingkungan akademik, Prof. Sukardi Weda memiliki pengalaman di lembaga publik. Ia pernah menjabat sebagai Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan selama dua periode, 2011-2017.

Pengalaman organisasinya juga cukup beragam. Prof. Sukardi Weda tercatat pernah dan aktif dalam sejumlah organisasi profesi, kemasyarakatan, kepemudaan dan paguyuban, di antaranya IMPI, ADPAKI, MUI, ICMI, KAHMI, PPM, KNPI Makassar, KNPI Sulsel, AMPI, Gema Trikora, Indonesia Social Justice Network (ISJN), serta IKM Pare.

Dari sisi pendidikan, Prof. Sukardi Weda memiliki latar belakang akademik yang cukup luas. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Sastra Inggris di Universitas Hasanuddin pada 1993 dan S2 English Language Studies di universitas yang sama pada 1998.

Ia kemudian menyelesaikan S2 Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Makassar pada 2004, S2 Sosiologi dengan konsentrasi Manajemen Pembangunan Sosial di Universitas Indonesia pada 2006, serta S2 Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Strategis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin pada 2012.

Pendidikan magisternya berlanjut dengan menyelesaikan S2 Dakwah dan Komunikasi di UIN Alauddin Makassar pada 2014 serta S2 Administrasi Publik dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Aparatur di STIA LAN Makassar pada 2017.

Selain pendidikan formal, Prof. Sukardi Weda juga memiliki pengalaman mengikuti berbagai program pendidikan dan pelatihan, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia pernah mengikuti Leadership and Social Justice Training di University of Arkansas, Amerika Serikat, pada 2005-2006. Ia juga memperoleh Ford Foundation International Fellowship Program yang diselesaikannya di Universitas Indonesia pada 2006.

Dalam bidang linguistik, Prof. Sukardi Weda juga pernah mendapatkan beasiswa dari SOAS London untuk mengikuti International Course in Linguistics yang diselenggarakan Universitas Udayana bekerja sama dengan Linguistic Society of Indonesia.

Ia juga memperoleh Scholarship Award dari Stephen & WURM Foundation, Australian National University, untuk mengikuti International Course in Linguistics Australia pada 21-23 Agustus 2016. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai universitas internasional, antara lain Australian National University, Rice University, University of Delaware dan Nanyang Technological University.

Dengan pengalaman panjang di bidang akademik, manajemen perguruan tinggi, organisasi, lembaga publik serta pendidikan internasional, kesediaan Prof. Sukardi Weda dalam bursa pemilihan Rektor UNM periode 2026-2030 menambah dinamika dalam kontestasi kepemimpinan di perguruan tinggi pencetak tenaga pendidik tersebut.

Pemilihan Rektor UNM periode 2026-2030 nantinya akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah pengembangan UNM, baik dalam penguatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, maupun peningkatan daya saing perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional.


0 Comments