Makassar, ujaran.co.id | Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Sulawesi Selatan dijadwalkan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) X pada 25–26 September 2026 mendatang. Agenda lima tahunan tersebut akan berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang Makassar.
Musda digelar menyusul berakhirnya masa kepemimpinan Dr. Abd. Hayat Gani sebagai Ketua DPD PPM Sulsel sejak Juli 2026. Sejumlah figur mulai mencuat dan disebut berpotensi meramaikan bursa calon Ketua PPM Sulsel masa bakti 2026–2031.
Sekretaris Panitia Musda PPM Sulsel, Takdir Amir, mengatakan kepanitiaan Musda telah terbentuk. Ir. Hj. Andi Herfida Attas dipercaya sebagai Ketua Panitia.
Penunjukan tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua DPD PPM Sulsel serta Ketua Dewan Paripurna Daerah (Deparda) PPM Sulsel, Ir. Agus Arifin Nu’mang, M.S.
Takdir yang juga menjabat sebagai Komandan Resimen Yudha Putra sebelumnya menyebut sejumlah nama yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin PPM Sulsel ke depan. Di antaranya Prof. Dr. Arifuddin Mannang, Prof. Dr. Sukardi Weda dan Ir. Hj. Andi Herfida Attas.
Dalam rapat Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musda X PPM Sulsel yang berlangsung di Kedai Kopi Onny, Jalan Hertasning, Makassar, sejumlah nama lainnya kembali mencuat.
Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua SC, Prof. Dr. Sukardi Weda, yang mewakili Ketua SC karena sedang mengikuti Ujian Promosi Doktor di Universitas Hasanuddin. Hadir pula Ketua Panitia Musda, Ir. Hj. Andi Herfida Attas, serta sejumlah anggota SC dan OC.
Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda persiapan Musda, di antaranya penyempurnaan rancangan keputusan, persuratan, serta rencana audiensi dengan sejumlah tokoh dan instansi pemerintah.
Audiensi tersebut direncanakan melibatkan Gubernur Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, Kapolda Sulawesi Selatan, Kajati Sulawesi Selatan, Ketua LVRI, Pangkopsau II, Pangkoarmada II, Ketua Deparda PPM Sulsel, serta sejumlah pihak lainnya.
Dari pembahasan dan dinamika internal kepanitiaan, sejumlah figur kemudian disebut berpotensi ikut meramaikan bursa kepemimpinan PPM Sulsel.
Selain Prof. Dr. Arifuddin Mannang, Prof. Dr. Sukardi Weda dan Ir. Hj. Andi Herfida Attas, nama Prof. Dr. Baharuddin, Dr. M. Iqbal Suhaeb, Dr. Misbahuddin dan Dr. Arfat Rasyid juga disebut sebagai figur potensial.
Meski demikian, hingga saat ini belum seluruh nama tersebut secara resmi menyatakan diri sebagai calon Ketua PPM Sulsel. Proses dan mekanisme pencalonan akan mengikuti ketentuan organisasi serta keputusan Musda.
Sementara itu, Dr. Abd. Hayat Gani dipastikan tidak kembali bertarung dalam bursa pemilihan Ketua PPM Sulsel pada Musda X kali ini.
Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut memilih tidak maju dengan alasan mematuhi ketentuan organisasi.
“Pak Abd. Hayat Gani tidak maju lagi karena mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPM, di mana calon ketua tidak diperbolehkan merangkap sebagai pengurus partai politik,” terang Takdir.
Musda X PPM Sulsel nantinya tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dan penyusunan arah PPM Sulsel untuk periode 2026–2031.
Dengan munculnya sejumlah figur dari latar belakang akademisi, birokrat, organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, kontestasi kepemimpinan PPM Sulsel diperkirakan akan berlangsung dinamis.
Musda diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang mampu memperkuat konsolidasi internal, menjaga nilai-nilai perjuangan PPM, serta meningkatkan peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam pembangunan Sulawesi Selatan.

0 Comments