Prof Sukardi Weda dan Rijal Jamal Kompak Bicara Konten Berkualitas di Kalla Institute Festival

UJARANCOM, MAKASSAR - Kalla Institute Festival menggelar Talkshow Monetization Strategies For Content Creator. Acara ini terbilang sangat menarik karena dihadiri oleh influencer terkenal Makassar, Rijal Djamal. Pada kesempatan tersebut, Rijal Djamal memukau peserta yang berasal dari siswa SMA, mahasiswa dan masyarakat umum. 

Ia membagi pengalaman sebagai content creator dan para peserta antusias menyimak presentasinya. Ia mengatakan bahwa sebagai seorang content creator, dia harus memiliki kompetensi, kolaborasi, dan relasi (networking).

Hal senada diamini oleh Sukardi  Weda, Profesor dengan 6 gelar magister tersebut mengatakan bahwa ide itulah kompetensi dan yang perlu diaktualisasikan dalam kehidupan nyata. Sukardi Weda memberikan trik monetisasi yaitu menghasilkan konten yang memiliki aspek ciri pembeda, keunikan, orisinalitas dari content serupa.

“Saya kira untuk tetap survive di era digital teknologi ini, setiap individu harus dapat melakukan adjustment terhadap perkembangan teknologi yang terjadi, bila tidak akan tergilas yang juntrungannya seperti dinosaurus yang mengalami kepunahan. Kita tahu bahwa era digital ini memberikan banyak manfaat bagi semua orang,” Ujarnya. Rabu (19/06/23).

Untuk mengampanyekan tentang pentingnya mengambil bagian di era digital ini, perlu dilakukan kegiatan - kegiatan terkait dengan knowledge sharing, baik melalui seminar, talk show, dan lain - lain tentang pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menciptakan entrepreneur muda, baik itu edupreneur, digitalpreneur, politicalpreneur dan lain - lain karena negara maju minimal 4 persen penduduknya adalah entrepreneur, bahkan ada yang mendekati 10 persen, sementara pengusaha di Indonesia masih di bawah 4 persen. 

Menurut Prof Sukardi, Seiring dengan perkembangan teknologi digital, media sosial digital, maka digital literacy/literasi digital menjadi sebuah keniscayaan. Setiap individu harus bisa memanfaatkan, menggunakan dan menilai setiap platform media digital yang beragam jenisnya untuk kemaslahatan umat dan bangsa. 

“Tentu kita tahu bahwa teknologi, demikian halnya teknologi digital memiliki banyak manfaat, tetapi disisi lain juga ada dampak negatifnya,” Ujarnya.

Oleh karenanya kita harus menggunakan teknologi digital secara santun, yakni santun bermedia sosial. Demikian halnya para content creator harus mematuhi aturan atau norma, social consensus yang kita anut di masyarakat, seperti tidak boleh menampakkan pornografi, kekerasan, dan untuk bertahan tentu harus menghadirkan content-content menarik dan ada ciri pembeda dan orisinil dengan content serupa, tentu juga membuat content yang dapat menyasar segmen pasar dominan, seperti kaum milenial dan generasi Z.

Pada kegiatan talk show tersebut, Sukardi Weda memberikan 10 eksamplar buku yang ditulisnya kepada peserta yang mengajukan pertanyaan kepada kedua nara sumber. Buku tersebut berjudul: Profesor Pembelajar: Autobiografi Motivasi dan Pusparagam Tulisan Tentang
Politik dan Demokrasi.

Untuk diketahui, talkshow ini dipandu Muhammad Taufiqurrahman selaku Duta Bahasa Sulsel sebagai moderator Talkshow tersebut. (*)

0 Comments