UJARAN.CO.ID – Akademi Komunitas Manufaktur Bantaeng (AK-Manufaktur Bantaeng) mendorong peningkatan daya saing UMKM Faiz Mandiri melalui penerapan teknologi tepat guna dan edukasi pengolahan pangan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Program bertajuk “Peningkatan Daya Saing UMKM Faiz Mandiri melalui Pengembangan Teknologi Perajang Keripik dengan Sistem Terkontrol dan Edukasi Pengolahan Keripik Sehat” tersebut dilaksanakan secara bertahap selama April hingga Oktober 2026 di Bantaeng.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen AK-Manufaktur Bantaeng dalam memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi sekaligus peningkatan pengetahuan mengenai proses pengolahan pangan.
UMKM Faiz Mandiri menjadi mitra dalam pengembangan usaha pengolahan keripik. Program tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan produksi yang dihadapi mitra, terutama terkait efisiensi proses, konsistensi hasil perajangan, serta penerapan prinsip pengolahan pangan yang sehat dan aman.
Salah satu fokus utama program adalah pengembangan teknologi perajang keripik dengan sistem terkontrol. Teknologi ini dirancang untuk membantu mitra meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses produksi.
Sistem tersebut juga ditujukan untuk menghasilkan irisan bahan baku yang lebih seragam. Dengan demikian, penggunaan teknologi diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap proses manual sekaligus membantu menjaga konsistensi kualitas produk.
Tidak hanya berfokus pada teknologi, tim PkM AK-Manufaktur Bantaeng juga memberikan edukasi pengolahan keripik sehat kepada mitra.
Materi edukasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai pemilihan dan penanganan bahan baku, penerapan proses pengolahan yang higienis, penggunaan peralatan secara tepat, pengendalian proses produksi, serta pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Pengetahuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh UMKM Faiz Mandiri dalam aktivitas produksinya.
Pelaksanaan program dilakukan melalui sejumlah tahapan. Kegiatan dimulai dari identifikasi kebutuhan dan permasalahan mitra, kemudian dilanjutkan dengan perancangan serta pengembangan teknologi, penerapan alat, pendampingan penggunaan teknologi, edukasi, hingga evaluasi.
Pendekatan bertahap tersebut dilakukan agar solusi yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek teknis produksi, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta kemandirian mitra dalam mengelola proses produksi.
Melalui program ini, AK-Manufaktur Bantaeng berupaya menghadirkan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata pelaku UMKM. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia usaha diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran dua arah.
Di satu sisi, perguruan tinggi dapat menerapkan pengetahuan dan teknologi yang dimiliki secara langsung kepada masyarakat. Di sisi lain, kebutuhan praktis pelaku usaha dapat menjadi masukan dalam pengembangan solusi teknologi yang lebih aplikatif dan tepat guna.
Pengembangan teknologi perajang dengan sistem terkontrol diharapkan berdampak terhadap peningkatan efisiensi produksi, konsistensi mutu produk, serta produktivitas UMKM Faiz Mandiri.
Sementara edukasi pengolahan keripik sehat diharapkan memperkuat penerapan praktik pengolahan pangan yang lebih baik, khususnya dalam aspek higienitas, penggunaan peralatan, pengendalian proses, serta keamanan pangan.
Dalam jangka panjang, sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan usaha UMKM Faiz Mandiri sekaligus membuka peluang pengembangan produk yang memiliki kualitas dan daya saing lebih baik.
Kegiatan PkM ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
AK-Manufaktur Bantaeng menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inovasi teknologi yang tepat guna, aplikatif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan serta kemandirian masyarakat melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM.

0 Comments