![]() |
| Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam wawancara bersama media sayap kanan Israel, Channel 7,menjelang pelaksanaan pemilihan umum legislatif pada 27 Oktober mendatang. |
UJARAN.CO.ID, Tel Aviv – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan upaya diplomatik untuk mencari negara yang bersedia menampung warga Palestina dari Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam wawancara bersama media sayap kanan Israel, Channel 7,menjelang pelaksanaan pemilihan umum legislatif pada 27 Oktober mendatang.
Netanyahu mengklaim bahwa warga Gaza seharusnya memiliki kebebasan untuk meninggalkan wilayah tersebut.Namun, ia mengakui kendala utama dari skema ini adalah menemukan negara tujuan yang bersedia menerima mereka.
"Kami sedang mengupayakannya dan terus berkomunikasi dengan beberapa negara," ujar Netanyahu terkait proses negosiasi yang sedang berjalan.
Meski mengklaim telah terdapat perkembangan awal, Netanyahu memilih untuk tidak membeberkan rincian negara mana saja yang sedang diajak berkomunikasi maupun kepastian hasil dari pembicaraan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu turut menyebut sekitar 150.000 warga Palestina telah keluar dari Gaza selama konflik berlangsung. Ia bahkan memperkirakan sedikitnya 60 persen penduduk Gaza akan memilih pergi jika mendapatkan kesempatan, meski tanpa menyertakan data pendukung.
Selain wacana pemindahan penduduk, Netanyahu menegaskan bahwa Israel berencana mempertahankan kendali militer atas lebih dari 60 persen wilayah Jalur Gaza. Hal ini mengindikasikan belum adanya niat dari pemerintah Israel untuk menarik pasukannya secara menyeluruh.
Gagasan pemindahan warga ini menuai gelombang penolakan keras dari para pimpinan Palestina dan negara-negara Arab. Mereka mengkhawatirkan skema tersebut berpotensi memicu pengungsian permanen, terlebih di tengah kerusakan masif infrastruktur dan krisis kemanusiaan yang memburuk sejak Oktober 2023.
TAG:
Benjamin Netanyahu, Jalur Gaza, Palestina, Israel, Konflik Timur Tengah

0 Comments