UJARAN.CO.ID, Toraja Utara – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat melanda Kabupaten Toraja Utara,Sulawesi Selatan, hingga merambat dan menghanguskan situs pemakaman tradisional tebing batu Liang Pongtimban sejak Jumat (23/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026).
Peristiwa yang terjadi di Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, Kecamatan Baruppu tersebut melahap puluhan lubang liang kuno serta puluhan peti mati kayu (erong) yang berisi jenazah leluhur masyarakat adat setempat.
Kepala Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Riantho Yusuf Sangkelo, mengonfirmasi bahwa kobaran api dari vegetasi hutan menyebar cepat hingga menjangkau kompleks makam batu tersebut.
"Iya, seperti itu (kebakaran hutan dan lahan merambat ke kuburan batu)," ujar Riantho saat memberikan keterangan resmi, Senin (26/10/2026).
Upaya pemadaman sempat mengalami kendala besar lantaran medan yang curam serta akses jalan menuju titik lokasi kebakaran tidak dapat dilalui armada pemadam kebakaran.
"Kendaraan kami tidak memungkinkan masuk ke dalam untuk melakukan pemadaman, karena akses jalan yang susah," tuturnya.
Guna mengatasi hambatan medan, tim gabungan dari Satpol PP dan Damkarmat Toraja Utara, Manggala Agni,Komunitas Pecinta Alam (KPA), Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas bergerak memadamkan api secara manual menggunakan pompa khusus.
"Jadi kami hanya mem-backup teman-teman Manggala Agni. Peralatannya Manggala Agni yang kami gunakan di sana,pompanya kita pakai. Artinya tim gabungan lah kami masuk ke dalam untuk melakukan pemadaman," jelas Riantho.
Hangusnya situs warisan budaya leluhur ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat adat Baruppu. Saat ini, pihak Polres Toraja Utara sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengusut dugaan unsur kesengajaan di balik peristiwa karhutla tersebut.
Tag: Karhutla Toraja Utara, Liang Pongtimban, Kebakaran Pemakaman Batu, Berita Toraja, Polres Toraja Utara

0 Comments