UJARAN.CO.ID, Teheran – Militer Iran resmi memerintahkan seluruh personel pasukan darat untuk mempertahankan siaga tempur pada tingkat tertinggi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), Sabtu (24/10/2026).
Langkah antisipasi ini diambil seiring munculnya ancaman serta sinyal operasi militer baru dari pihak Washington terhadap Teheran.
Komandan Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi, mengeluarkan instruksi langsung kepada seluruh pimpinan satuan militer agar meningkatkan kewaspadaan dan mengoptimalkan kesiapan operasional di lapangan.
Jahanshahi menegaskan bahwa segala bentuk kelalaian dalam kondisi situasi perang dapat berdampak amat fatal bagi pertahanan negara.
"Seluruh komandan diminta memperkuat kemampuan tempur melalui latihan berkelanjutan, evaluasi berkala, serta koordinasi efektif antar-unit," tegas Jahanshahi.
Eskalasi perselisihan kedua negara kembali memanas di sekitar rute strategis perdagangan minyak dunia, Selat Hormuz. Jalur maritim ini menjadi titik krusial yang memicu ketegangan keamanan antara militer Iran dan armada AS.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya melontarkan isyarat kemungkinan diluncurkannya aksi militer apabila proses negosiasi tidak membuahkan hasil. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam kegiatan kampanye politiknya di Florida, Jumat (23/10/2026).
Kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka kian menguat setelah Utusan Khusus AS, Tom Barrack, menyebut opsi serangan ke wilayah Iran berpotensi terjadi dalam waktu dekat. Di sisi lain, jalur mediasi yang diprakarsai Pakistan dan Qatar sejauh ini belum menemui titik temu.
Peningkatan status siaga penuh ini menegaskan komitmen Teheran untuk merespons setiap potensi konfrontasi bersenjata. Publik internasional kini mencermati perkembangan diplomasi guna mencegah dampak luas terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan rantai pasok energi global.
TAG:
Iran, Amerika Serikat, Donald Trump, Militer Iran, Konflik Timur Tengah

0 Comments