![]() |
| Seminar Nasional di Makassar, 4 Agustus 2026 |
Di tengah dinamika itulah sosok H. Fery Radiansyah, S.T., M.M., Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI), terus menunjukkan peran pentingnya sebagai salah satu tokoh penggerak dan konsolidator perjuangan desa di tingkat nasional.
Fery Radiansyah bukan sosok yang lahir dari panggung seremonial. Ia tumbuh dan ditempa melalui proses perjuangan panjang bersama masyarakat dan para aktivis desa. Jalan perjuangannya penuh pasang surut—jatuh, bangkit, menghadapi tekanan, merawat kepercayaan, hingga menjembatani berbagai kepentingan yang kerap berseberangan.
Ia telah “jumpalitan” memperjuangkan aspirasi desa. Baginya, perjuangan tersebut bukan sekadar mempertahankan eksistensi organisasi, melainkan memastikan masyarakat desa tidak menjadi penonton dalam pembangunan nasional.
Kemampuan Fery dalam membaca keadaan, membangun komunikasi, dan menjaga keseimbangan di tengah perbedaan membuatnya dikenal sebagai pemimpin bertangan dingin. Ia mampu mengendalikan dinamika dan “berselancar di tengah badai” tanpa kehilangan arah perjuangan.
Kemampuan konsolidasi itu kembali terlihat dalam pelaksanaan Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar besar mengonsolidasikan kekuatan desa melalui kolaborasi 10 organisasi desa tingkat nasional bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Seminar Nasional KDKMP bukan sekadar forum diskusi. Momentum ini menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta menempatkan seluruh unsur kekuatan desa sebagai bagian aktif dalam menyukseskan program strategis nasional.
Fery Radiansyah memandang KDKMP sebagai peluang besar untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang tumbuh dari desa. Karena itu, pelaksanaannya harus dikawal secara serius, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“KDKMP jangan hanya hadir sebagai nama, bangunan, atau program administratif. Koperasi ini harus menjadi kekuatan ekonomi baru yang benar-benar hidup, dikelola secara profesional, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” tegas Fery Radiansyah.
Menurutnya, keberhasilan KDKMP tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan kepala desa, BPD, perangkat desa, pendamping, pelaku usaha lokal, tokoh masyarakat, serta seluruh organisasi yang bergerak dalam perjuangan desa.
Dalam konteks tersebut, Fery terus mendorong agar hubungan antarorganisasi desa tidak terjebak dalam kompetisi yang melemahkan. Perbedaan identitas dan kepentingan organisasi harus dapat dikelola menjadi energi kolektif untuk mengawal agenda besar desa.
Baginya, menyatukan berbagai kekuatan desa bukanlah pekerjaan mudah. Dibutuhkan kesabaran, keberanian, keluwesan komunikasi, dan kemampuan menahan diri. Pemimpin tidak cukup hanya berdiri di depan ketika keadaan tenang, tetapi harus tetap mampu memegang kemudi ketika gelombang datang dari berbagai arah.
Seminar Nasional KDKMP di Makassar menjadi salah satu bukti bahwa kekuatan desa dapat dipertemukan dalam satu meja perjuangan. Dari forum ini diharapkan lahir kesamaan pandangan dan langkah konkret dalam mendukung KDKMP sebagai pilar penguatan ekonomi rakyat sekaligus instrumen percepatan pengentasan kemiskinan.
Di bawah kepemimpinan Fery Radiansyah, PABPDSI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kepentingan BPD dan masyarakat desa. PABPDSI tidak ingin sekadar hadir sebagai penonton atau pelengkap kebijakan, tetapi menjadi bagian yang memberikan gagasan, kritik konstruktif, serta solusi bagi pembangunan desa.
Perjalanan perjuangan tersebut tentu belum selesai. Masih banyak kepentingan desa yang harus diperjuangkan, ketimpangan yang harus dijembatani, dan kebijakan yang harus dikawal agar benar-benar menyentuh masyarakat di akar rumput.
Namun, melalui konsistensi dan keberanian yang telah dibuktikannya, Fery Radiansyah memperlihatkan bahwa perjuangan desa membutuhkan tokoh yang tidak mudah menyerah, tidak kehilangan arah ketika diterpa tekanan, dan tetap mampu merangkul banyak pihak di tengah perbedaan.
Fery Radiansyah terus bergerak—bukan sekadar sebagai Ketua Umum PABPDSI, tetapi sebagai salah satu penjaga nyala perjuangan desa Indonesia.
BPD Bersatu, Berjuang, Bermartabat.
PABPDSI Berdesa, Berbangsa, dan Bernegara.
Pengurus Pusat PABPDSI
Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia
Masa Khidmat 2026–2032

0 Comments