![]() |
| Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) didatangi sejumlah investor dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin (8/6/2026). |
Jakarta, ujaran.co.id – Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) didatangi sejumlah investor dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Senin (8/6/2026). Kedatangan para pemilik dan pengelola dapur tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan moratorium atau penghentian sementara penambahan titik dapur baru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah awal yang diambil oleh Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang, setelah terjadi pergantian kepemimpinan di lembaga tersebut menyusul kasus korupsi yang menjerat pimpinan sebelumnya.
Moratorium penambahan dapur baru disebut dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi dan pembenahan tata kelola program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional.
Dalam arahannya, Nanik menegaskan komitmen untuk menjalankan reformasi birokrasi di lingkungan BGN melalui empat agenda utama.
Pertama, efisiensi anggaran dengan memastikan seluruh dana negara yang dialokasikan untuk program gizi nasional digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Kedua, evaluasi penerima manfaat program MBG melalui peninjauan ulang data penerima agar bantuan benar-benar diterima kelompok yang berhak dan membutuhkan.
Ketiga, pencegahan penyelewengan dengan memperkuat sistem pengawasan di lapangan guna menutup berbagai celah yang berpotensi menimbulkan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program.
Keempat, peningkatan transparansi keuangan melalui penguatan akuntabilitas dan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran program gizi nasional.
Kebijakan moratorium tersebut memunculkan perhatian dari para investor dan pengelola dapur SPPG yang selama ini terlibat dalam penyediaan layanan pendukung program MBG. Mereka disebut ingin memperoleh kepastian terkait kelanjutan proses pembukaan dapur baru serta arah kebijakan BGN di bawah kepemimpinan yang baru.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pertemuan antara pihak BGN dan para investor dapur yang mendatangi kantor lembaga tersebut. Namun, langkah evaluasi yang dilakukan BGN dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola program MBG setelah muncul berbagai persoalan dalam pelaksanaannya.

0 Comments