Mahasiswa FDK UINAM Kecam Tindakan Represif Aparat

Foto: Aliansi Mahasiswa FDK saat menggelar unjuk rasa di Jalan Sultan Alauddin Makassar.

UJARAN.MAKASSAR – Aliansi Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Senin (3/4/21). Aliansi Mahasiswa FDK ini membawa tiga tuntutan.

Tiga tuntutan tersebut, salah satunya adalah mendesak Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam agar mencopot Kombes Pol Witnu Urip Laksana dari jabatan sebagai Kapolrestabes Makassar lantaran seorang mahasiswa FDK UINAM yang ditangkap saat aksi Hardiknas Minggu 2 Mei kemarin menjadi bulan-bulanan bahkan disebut mendapat tindakan kekerasan dari aparat kepolisian.

Korlap Aliansi Mahasiswa FDK UINAM, Ardiansyah menegaskan bahwa pihaknya mengutuk tindakan represif aparat kepolisian yang telah mencederai proses demokrasi dan bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945.

“Kami mengecam tindakan represif aparat kepolisian Polrestabes Makassar terhadap rekan kami, maka dari itu kami meminta Kapolda Sulsel mencopot Kapolrestabes Makassar karena tidak becus mengontrol anggotanya,” katanya.

Selain meminta mencopot Kapolrestabes Makassar, Aliansi Mahasiswa FDK juga mendesak Divisi Propam Polda Sulsel agar memberikan sanksi etik dan pidana terhadap polisi yang melakukan kekerasan kepada mahasiswa FDK UINAM inisial FF.

Sementara itu, Koordinator Mimbar, Ikhsan Basir tegas mengatakan tidak akan mundur sebelum tuntutan dari Aliansi Mahasiswa FDK UINAM diterima oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam.

Sebelumnya diketahui bahwa dalam sebuah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan mahasiswa yang ditangkap menjadi bulan-bulanan polisi dan dihantam pentungan adalah Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam FDK UINAM. (red/pensa)

0 Comments