![]() |
| Kegiatan ini berlangsung pada 4–5 September 2025 secara tatap muka di Sinjai, dan dilanjutkan secara daring hingga 7 September 2025. |
UJARAN.CO.ID, Sinjai – Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sinjai mengikuti pelatihan intensif mengenai desain pembelajaran digital Massive Open Online Courses (MOOCs)dengan strategi gamification dalam model blended learning. Kegiatan ini berlangsung pada 4–5 September 2025 secara tatap muka di Sinjai, dan dilanjutkan secara daring hingga 7 September 2025.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital serta keterampilan metakognisi siswa melalui pembelajaran yang lebih inovatif, fleksibel, dan interaktif.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib, S.S.TP., M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya transformasi digital dalam dunia pendidikan.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini karena digitalisasi pembelajaran merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sinjai. Dengan keterampilan baru yang dimiliki para guru, kami berharap siswa dapat menikmati pembelajaran yang lebih menarik, efektif, fleksibel, serta dapat diakses kapan saja dan dari mana saja,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai. Narasumber utama yang hadir adalah Prof. Dr. Nurhikmah H., S.Pd., M.Si. dan Dr. Farida Febriati, S.S., M.Si., dosen Prodi Teknologi Pendidikan FIP UNM.
Keduanya memberikan materi tentang desain MOOCs berbasis teknologi serta penerapan gamifikasi dalam pembelajaran digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan meningkatkan keterlibatan siswa secara daring.
Selain itu, guru peserta pelatihan juga dilatih untuk mengembangkan sumber belajar yang dapat diakses siswa di luar jam sekolah, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan individu.
Pelatihan ini didampingi oleh tim mahasiswa Teknologi Pendidikan FIP dan PPs UNM. Para guru tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik langsung mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.
Salah satu peserta, Mismaya Khairati, S.Pd.I., guru UPTD SMPN 18 Sinjai, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.
“Saya baru pertama kali mengenal pembelajaran ini. Saya sangat senang dan berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Saya akan menerapkannya di kelas saya. Materi yang diberikan sangat membantu, terutama dalam mendesain pembelajaran digital yang dapat diakses dengan mudah oleh siswa,” ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru SMP di Kabupaten Sinjai dapat menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Model blended learning berbasis MOOCs dan gamification diharapkan mampu mempersiapkan generasi muda Sinjai lebih siap menghadapi tantangan era digital sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan daerah.

0 Comments