Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa inisiatif ini didesain untuk memenuhi standar internasional ISO 45001:2018, yang menjadi rujukan global dalam manajemen K3. “Kami berkomitmen menghadirkan sistem kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif,” ujarnya saat membuka program pada Kamis (14/11).
Program “Ta'pada Salama” menjadi langkah strategis Dinas PU untuk membangun kapasitas P2K3 dalam memantau dan memastikan implementasi K3 di setiap proses kerja. Pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) juga dihadirkan guna memperkuat kemampuan supervisi tenaga kerja, sehingga dapat meminimalkan risiko kecelakaan.
Sebagai bagian dari implementasi program, Dinas PU Kota Makassar juga menggelar sertifikasi ISO 45001:2018 pada Jumat (15/11). Sertifikasi ini menjadi bukti nyata bahwa sistem manajemen K3 yang diterapkan telah memenuhi standar global, mencerminkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.
Menurut Zuhaelsi, salah satu fokus utama adalah memberikan pelatihan teknis yang relevan bagi P2K3 dan pengawas di lapangan. Hal ini bertujuan agar mereka mampu mengidentifikasi potensi bahaya dan memberikan solusi efektif dalam mencegah kecelakaan kerja.
Program ini juga mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya K3 di kalangan pekerja dan manajemen, melalui seminar, simulasi, serta penyediaan panduan keselamatan yang mudah diakses. Dengan begitu, Dinas PU berharap dapat meningkatkan budaya kerja yang lebih proaktif terhadap keselamatan.
Selain memperkuat aspek keselamatan, “Ta'pada Salama” turut mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Kota Makassar. Program ini diyakini mampu menciptakan sinergi antara efisiensi kerja dan perlindungan tenaga kerja.
Inisiatif ini sejalan dengan visi Kota Makassar untuk menjadi kota maju dan berdaya saing. Dinas PU berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi instansi lainnya dalam menerapkan standar keselamatan kerja yang lebih baik.

0 Comments