Domino Menuju Olahraga Prestasi: PB PORDI Luluskan 11 Instruktur Wasit Nasional, Penuhi Syarat KONI untuk Jadi Cabang Olahraga Baru di Indonesia



UJARAN.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI) kembali menunjukkan keseriusan dalam membangun domino sebagai cabang olahraga prestasi melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Training of Trainers (TOT) Instruktur Wasit Nasional. Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting yang dimulai dari kajian akademis olahraga domino hingga penyempurnaan kurikulum perwasitan nasional yang terstandar.

FGD yang digelar sebagai tahap awal kegiatan ini menghadirkan pembahasan komprehensif mengenai olahraga domino dalam perspektif ilmu keolahragaan, tata kelola organisasi, serta penguatan legitimasi sebagai cabang olahraga prestasi yang diakui secara nasional. Pendekatan akademik dan kelembagaan menjadi landasan fundamental dalam merumuskan arah kebijakan PB PORDI untuk masa depan olahraga domino di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional, akademisi, dan praktisi domino sebagai narasumber yang memberikan masukan strategis. Di antaranya adalah Dr. H. Amar Ahmad, M.Si., Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, yang memberikan perspektif kebijakan olahraga nasional.

Narasumber akademis diperkuat dengan kehadiran Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., Guru Besar sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta, yang memberikan kajian ilmiah tentang domino sebagai olahraga. Turut hadir pula Prof. Dr. Mansyur Achmad KM, M.Si., Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PB PORDI.

Dari sisi pengawasan dan pembinaan organisasi, Inspektur Jenderal Polisi Purnawirawan Dr. H. Burhanuddin Andi, SH., MH., yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas PB PORDI, memberikan arahan strategis terkait tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel.

Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si., turut memberikan paparan visi besar organisasi dalam memposisikan domino sebagai olahraga prestasi yang dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Kehadirannya menunjukkan komitmen tinggi pimpinan organisasi terhadap program pengembangan kapasitas perwasitan.

Narasumber lainnya mencakup Dr. Wahyu Erfandy, S.Or., M.Pd., Dosen Ilmu Keolahragaan Universitas Muhammadiyah Cirebon yang juga menjabat sebagai Ketua Litbang PB PORDI, Hikma M. Asli selaku Ketua PB PORDI Bidang Keorganisasian, Andi Afrianto sebagai Ketua PB PORDI Bidang Pertandingan dan Perwasitan, serta Muflihuddin Landung, SE., Ketua Departemen Pertandingan yang memberikan masukan teknis operasional.

Dalam sesi lanjutan, FGD berfokus pada penyempurnaan kurikulum perwasitan yang menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas dan integritas pertandingan domino. Kurikulum tersebut mencakup standar regulasi yang jelas, kode etik wasit yang mengikat, mekanisme teknis pertandingan yang terstruktur, hingga sistem evaluasi dan sertifikasi nasional yang transparan dan akuntabel.

Ketua Panitia kegiatan yang juga menjabat sebagai Ketua Pertandingan dan Perwasitan PB PORDI, Andi Fery, menyampaikan capaian konkret yang telah diraih dari penyelenggaraan FGD dan TOT ini. Ia mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya kegiatan yang menjadi tonggak penting bagi perkembangan perwasitan domino di Indonesia.

"Alhamdulillah, kami selaku Ketua Pertandingan dan Perwasitan PB PORDI baru saja selesai menggelar FGD dan TOT Wasit Nasional. Pelatihan instruktur nasional sebanyak 11 orang dinyatakan lulus dan mendapatkan lisensi Instruktur Nasional. Mereka dipersiapkan untuk melatih Wasit Nasional atau Level 1, selanjutnya akan ditugasi untuk melatih instruktur wasit Level 2 di setiap Pengurus Provinsi se-Indonesia," ujarnya selaku Ketua Panitia dalam keterangan resmi.

Pernyataan Andi Fery ini mengonfirmasi bahwa sebanyak 11 instruktur telah berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan dan evaluasi dengan hasil yang memuaskan. Para instruktur ini akan menjadi ujung tombak dalam menyebarkan standarisasi perwasitan ke seluruh wilayah Indonesia melalui mekanisme pelatihan berjenjang yang sistematis.

Ketua Litbang PB PORDI, Dr. Wahyu Erfandy, memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai konsep perwasitan yang telah disempurnakan. Ia menegaskan bahwa penyempurnaan konsep perwasitan menjadi prioritas strategis organisasi dalam membangun kredibilitas olahraga domino di mata publik dan pemangku kepentingan olahraga nasional.

"Penyempurnaan konsep perwasitan oleh PB PORDI kami rancang secara sistematis untuk menjamin kualitas wasit olahraga domino dari tingkat nasional hingga daerah. Skema berjenjang Level 1, Level 2, dan Level 3 menjadi instrumen standarisasi kompetensi agar integritas dan profesionalitas pertandingan tetap terjaga," jelasnya menggambarkan sistem yang telah dirancang secara matang.

Penjelasan Dr. Wahyu Erfandy ini menunjukkan bahwa PB PORDI telah mengadopsi best practices dalam sistem perwasitan olahraga yang diterapkan oleh cabang-cabang olahraga lain yang telah mapan. Sistem berjenjang ini memastikan bahwa setiap wasit memiliki kompetensi yang sesuai dengan level pertandingan yang mereka pimpin.

Skema Level 1 diperuntukkan bagi wasit nasional yang akan memimpin pertandingan di tingkat nasional, Level 2 untuk wasit provinsi yang bertugas di tingkat daerah, dan Level 3 untuk wasit kabupaten/kota yang menjadi basis pengembangan di tingkat grassroot. Sistem ini memastikan adanya jalur karier yang jelas bagi para wasit domino di Indonesia.

Sebagai penutup kegiatan, Ketua PB PORDI Bidang Keorganisasian, Hikma M. Asli yang akrab disapa Bang Ma'ruf Asli, menegaskan arah besar organisasi dalam mendorong domino menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara resmi. Pernyataannya menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program rutin, melainkan bagian dari strategi besar organisasi.

"Kegiatan FGD dan TOT Perwasitan ini menjadi salah satu konsen PB PORDI memenuhi kualifikasi permainan Domino menjadi Olahraga Prestasi yang kelak dimainkan secara nasional maupun event dunia. Sekaligus meneguhkan persyaratan yang digariskan KONI untuk jadi Cabang Olahraga baru," ujar Ketua Keorganisasian PB PORDI ini dengan penuh optimisme.

Pernyataan Bang Ma'ruf Asli ini menggarisbawahi bahwa PB PORDI sedang dalam proses memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk dapat diterima sebagai cabang olahraga baru. Salah satu persyaratan krusial adalah memiliki sistem perwasitan yang terstandar dan teruji, yang kini sedang dibangun melalui TOT ini.

Melalui TOT Instruktur Wasit Nasional ini, PB PORDI menegaskan bahwa profesionalitas, integritas, dan standarisasi adalah fondasi utama yang tidak dapat ditawar dalam membangun olahraga domino. Ketiga prinsip ini menjadi nilai-nilai inti yang harus dipegang teguh oleh setiap wasit dan instruktur dalam menjalankan tugasnya.

Kegiatan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa domino tidak lagi dipandang sekadar permainan tradisional atau rekreasi semata, tetapi sedang ditransformasi menjadi olahraga yang terstruktur, berjenjang, dan berorientasi pada prestasi nasional hingga panggang dunia. Transformasi ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga praktisi olahraga.

Kehadiran perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam FGD ini menunjukkan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap perkembangan domino sebagai olahraga prestasi. Dukungan pemerintah sangat krusial dalam memberikan legitimasi dan akses terhadap program-program pembinaan olahraga nasional.

Dari sisi akademis, keterlibatan para guru besar dan dosen ilmu keolahragaan memastikan bahwa pengembangan domino sebagai olahraga didasarkan pada kajian ilmiah yang solid, bukan hanya berdasarkan asumsi atau tradisi semata. Pendekatan ilmiah ini penting untuk membangun kredibilitas domino di mata komunitas olahraga internasional.

Sebelas instruktur wasit nasional yang telah lulus ini akan segera diterjunkan ke berbagai provinsi untuk melakukan replikasi pelatihan kepada calon-calon wasit dan instruktur tingkat provinsi. Dengan mekanisme cascade training ini, diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Indonesia akan memiliki ribuan wasit domino yang berlisensi dan berkualitas.

Standardisasi perwasitan ini juga akan berdampak pada kualitas penyelenggaraan pertandingan domino di Indonesia. Dengan wasit yang kompeten dan berlisensi, setiap pertandingan akan berlangsung secara fair, transparan, dan profesional, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap olahraga ini.

Langkah-langkah strategis yang diambil PB PORDI ini menunjukkan bahwa organisasi memiliki roadmap yang jelas dalam mengembangkan domino menjadi olahraga prestasi. Tidak hanya fokus pada aspek teknis permainan, tetapi juga membangun ekosistem yang lengkap mencakup tata kelola organisasi, sistem perwasitan, pembinaan atlet, hingga penyelenggaraan kompetisi berjenjang.

Ke depan, PB PORDI menargetkan agar domino dapat dipertandingkan dalam event-event olahraga nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan bahkan event internasional. Untuk mencapai target ambisius ini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk membangun infrastruktur pertandingan, menyiapkan atlet-atlet berbakat, dan terus meningkatkan kapasitas organisasi.

0 Comments