Setelah Penantian Panjang 20 Tahun, Jalan Sappiareng Akhirnya Diresmikan Bupati Sinjai Ratnawati Arief


ruas strategis yang menghubungkan Desa Turungan Baji dengan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Bulupoddo, resmi diresmikan langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, Kamis (12/2/2026)

SINJAI, UJARAN.CO.ID – Penantian panjang warga Desa Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, akhirnya berbuah manis. Jalan Sappiareng, ruas strategis yang menghubungkan Desa Turungan Baji dengan Desa Tompo Bulu, Kecamatan Bulupoddo, resmi diresmikan langsung oleh Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, Kamis (12/2/2026), di lokasi jalan yang kini telah mulus dibeton sepanjang 1,5 kilometer.


Peresmian itu bukan sekadar seremoni pembangunan infrastruktur. Ia menjadi simbol berakhirnya penantian hampir dua dekade masyarakat yang sejak 2006 harus berjibaku dengan kondisi jalan rusak parah—berlubang, berlumpur saat hujan, dan berdebu saat kemarau. Akses ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan selama ini tersendat akibat kondisi jalan yang tak kunjung tuntas diperbaiki.


Sejak 2006 hingga 2016, warga Turungan Baji secara kolektif mulai memperjuangkan perbaikan jalan tersebut. Aspirasi disuarakan dalam musrenbang desa dan kecamatan, proposal diajukan, bahkan gotong royong dilakukan untuk menambal titik-titik terparah secara swadaya. Jalan Sappiareng bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi penghubung aktivitas pertanian dan mobilitas antar desa.


20 tahun kemudian, harapan baru mulai menguat ketika pada Tahun Anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas PUPR memasukkan ruas Laiya–Arabika, termasuk Sappiareng, sebagai prioritas pembangunan. Anggaran sebesar Rp2.995.588.000 dikucurkan dan pengerjaan dipercayakan kepada CV. Duta Sarana. Proyek tersebut kemudian direalisasikan dengan konstruksi beton sepanjang 1,5 kilometer.


Proses pengerjaan menjadi perhatian besar warga. Setiap perkembangan pembangunan disaksikan dengan penuh harap. Bagi masyarakat, ini bukan hanya proyek fisik, tetapi jawaban atas perjuangan panjang yang selama ini mereka rawat dengan kesabaran.


Momentum puncaknya terjadi pada Kamis pagi itu. Di tengah suasana haru dan syukur, Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif berdiri di atas jalan yang kini telah kokoh dan rata, pahlawan nyata bagi warga dengan tengah hampir pupusnya harapan. 


“Alhamdulillah jalanan sudah bagus. Ini tentu memudahkan masyarakat dalam beraktivitas dan tentu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Bupati Ratnawati dalam sambutannya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung langkah Pemerintah Daerah dalam menjalankan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan menjadi prioritas demi memperkuat konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.


Kepala Desa Turungan Baji, Sabri, S.Pd.I, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan seluruh masyarakat yang selama ini terus memperjuangkan perbaikan jalan tersebut. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat, semoga jalanan ini bisa kita manfaatkan bersama,” ucapnya.


Bagi warga Turungan Baji, peresmian ini menjadi momen bersejarah. Jalan yang dulu menjadi keluhan kini berubah menjadi kebanggaan. Mobilitas hasil pertanian dipastikan lebih lancar, akses pendidikan anak-anak lebih aman, dan roda perekonomian desa diproyeksikan bergerak lebih cepat.


Jalan Sappiareng kini bukan lagi simbol keterisolasian, melainkan penanda hadirnya perhatian pemerintah. Di atas hamparan beton yang membentang 1,5 kilometer itu, tersimpan cerita tentang perjuangan warga, komitmen pemerintah, dan rasa syukur yang menguatkan hubungan antara pemimpin dan masyarakatnya.

0 Comments