![]() |
| General Manager PLN UID Sulselrabar saat memberikan arahan dalam acara pelepasan Tim Khusus yang ditugaskan untuk membantu mempercepat pemulihan sistem kelistrikan di aceh pada Senin (15/12). |
Makassar, ujaran.co.id— PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan yang terdampak banjir di wilayah Aceh. Pada momen Apel Siaga Natal dan Tahun Baru 2026 di Kota Makassar, PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) kembali mengirimkan 21 personel tim khusus Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) sebagai kloter kedua ke Aceh.
Pengiriman tim ini dilakukan untuk memperkuat upaya pemulihan pasokan listrik di wilayah terdampak, khususnya di Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya mengalami gangguan akibat bencana banjir.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengungkapkan bahwa tim khusus kloter pertama yang diberangkatkan pada Minggu (7/12) lalu telah menunjukkan hasil signifikan di lapangan.
“Tim khusus PLN UID Sulselrabar kloter satu berhasil melakukan perbaikan jaringan serta pemancangan tiang di 93 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para personel PLN bekerja tanpa henti meski dihadapkan pada cuaca ekstrem dan medan yang sulit.
“Tim PLN UID Sulselrabar bekerja tanpa henti meskipun di tengah cuaca tidak bersahabat. Mereka harus melewati jalur berlumpur, membawa material secara manual, dan memastikan setiap pekerjaan tetap aman. Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat atas dukungan penuh sehingga progres perbaikan dapat berjalan baik,” ujarnya.
Edyansyah menambahkan bahwa PLN UID Sulselrabar akan terus berkomitmen mendukung pemulihan sistem kelistrikan di Aceh. Selain fokus pada perbaikan jaringan, tim khusus juga turut menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.
“Tim khusus PLN UID Sulselrabar juga menyalurkan bantuan berupa uang tunai, bahan makanan pokok, lampu emergency, serta obat-obatan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di masa pemulihan,” ujarnya.
Bantuan tersebut disalurkan langsung ke sejumlah desa terdampak di Kabupaten Aceh Utara, yakni Desa Matang Serdang Kecamatan Tanah Jambo Aye, Desa Rumoh Rauyek Kecamatan Langkahan, serta Dusun Tanah Merah dan Dusun Bidari di Desa Leubok Pusaka, Kecamatan Langkahan.
“Hal ini menjadi bukti bahwa di tengah bencana, PLN hadir tidak hanya membawa terang listrik, tetapi juga harapan dan kepedulian bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, meski dihadapkan pada keterbatasan di lapangan, semangat personel PLN tidak surut untuk menuntaskan pemulihan kelistrikan di Aceh.
“Di tengah kondisi penuh keterbatasan, rekan-rekan tetap berdiri di garis depan demi memastikan listrik kembali menyala. Kami percaya tim khusus PLN UID Sulselrabar akan membantu menuntaskan pemulihan sistem kelistrikan di Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota tim PDKB kloter kedua, Rudiansa, menyampaikan bahwa seluruh personel telah siap secara fisik dan mental untuk menjalankan tugas.
“Berdasarkan informasi dari tim kloter satu, tantangan utama adalah cuaca, medan, dan akses lokasi. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk bertugas membantu memulihkan pasokan listrik di Aceh,” ujarnya.
Rudiansa menegaskan bahwa tim akan bekerja maksimal di lapangan demi memastikan pasokan listrik kembali andal dan masyarakat Aceh dapat segera beraktivitas normal.

0 Comments