KKN UINAM Posko 3 Gelar Seminar Wirausaha, Dorong Produk Lokal Borongloe


Acara seminar berlangsung hangat dan interaktif, dihadiri oleh Lurah BorongloeDosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, pelaku UMKM lokal, serta perwakilan mahasiswa KKN dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Handayani.

UJARAN.CO.ID, GOWA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar Angkatan 77 Posko 3 sukses melaksanakan seminar kewirausahaan di Kelurahan Borongloe, Lingkungan Balang-Balang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, pada Sabtu (3/08/2025). Seminar ini mengusung tema “Membuat Produk yang Unik, Menembus Pasar Tanpa Batas.”


Kegiatan ini merupakan program kerja perdana dari lima program utama yang telah dirancang oleh tim KKN Posko 3 UINAM, dan menghadirkan narasumber akademisi sekaligus praktisi, Rusnawati, S.E., M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar.


Acara seminar berlangsung hangat dan interaktif, dihadiri oleh Lurah BorongloeDosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, pelaku UMKM lokal, serta perwakilan mahasiswa KKN dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Handayani.


Dalam sambutannya, Abd Wahab A. Yani, selaku tokoh masyarakat Lingkungan Balang-Balang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Ia berharap mahasiswa KKN dapat membantu mengembangkan potensi lokal masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro dan ekonomi kreatif.


Dosen Pembimbing Lapangan, Eka Indriyani, M.S., menegaskan pentingnya tindak lanjut kegiatan ini dalam bentuk pengembangan produk berbasis kearifan lokal, serta kolaborasi bersama warga dan perangkat kelurahan untuk menciptakan produk yang kompetitif.


Dalam pemaparan materinya, Rusnawati, S.E., M.M. menjelaskan bahwa inovasi produk dan cerita di balik produk (product storytelling) menjadi nilai tambah yang penting agar produk desa mampu bersaing di pasar lebih luas. “Manfaatkan potensi sekitar, amati, modifikasi, dan ciptakan narasi produk. Lalu uji pasarnya,” ujarnya.


Ia juga memberikan motivasi kepada peserta agar tidak takut memulai usaha. “Jangan berputus asa. Mulailah dari diri sendiri. Bangkit dan kembangkan apa yang ada dalam diri kita,” pesannya, yang disambut antusias oleh peserta.


Sesi tanya jawab berlangsung dinamis, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi pemasaran digital, pengolahan bahan mentah menjadi produk jual, hingga kiat memulai usaha bagi pemula. Diskusi ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pengembangan UMKM yang berdaya saing.


Koordinator KKN Kelurahan Borongloe, Suratman, menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya menciptakan produk kreatif bernilai jual, serta memanfaatkan pasar digital sebagai peluang usaha masa kini.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menjalin sinergi berkelanjutan dengan warga dalam mendorong inovasi berbasis potensi lokal. KKN tidak hanya menjadi ajang pengabdian akademik, tetapi juga menjadi sarana kolaborasi nyata dalam membangun semangat kewirausahaan masyarakat desa.

0 Comments