UJARAN.CO.ID – Jakarta. Pemerintah resmi meluncurkan Beasiswa Prasejahtera 2025, sebuah program bantuan pendidikan jenjang magister (S2) yang diperuntukkan bagi masyarakat dari keluarga prasejahtera. Program ini dihadirkan sebagai upaya mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui program ini, penerima manfaat merupakan masyarakat yang terdaftar aktif di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, khususnya mereka yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), atau Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Beasiswa ini memberikan dukungan penuh bagi penerima untuk menempuh pendidikan magister, baik di dalam maupun luar negeri, dengan durasi pendanaan maksimal 24 bulan. Program tersebut mencakup skema single degree, joint degree, maupun double degree, sesuai ketentuan yang diatur dalam Buku Panduan Program LPDP Tahun 2025.
Pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional dapat memilih satu perguruan tinggi dalam daftar tujuan LPDP, sementara pendaftar yang belum memiliki LoA dapat memilih hingga tiga perguruan tinggi dengan program studi yang sejenis. Bagi pendaftar yang ingin memilih universitas di luar daftar LPDP, dibutuhkan bukti akreditasi unggulan atau pengakuan internasional dari lembaga pemeringkat dunia.
Selain itu, bagi program studi dalam negeri di luar daftar LPDP, syaratnya adalah memiliki akreditasi A atau Unggul dari BAN-PT, serta bukan termasuk program kelas eksekutif, karyawan, jarak jauh, atau profesi.
Program ini juga menanggung berbagai komponen pendanaan pendidikan, antara lain biaya pendaftaran, SPP, buku, penelitian tesis, seminar, publikasi jurnal internasional, dan dana pendukung akademik lainnya. Selain itu, penerima juga mendapatkan dana transportasi, visa, asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, serta dana keadaan darurat jika diperlukan.
Pemerintah menegaskan bahwa Beasiswa Prasejahtera merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat pemerataan pendidikan tinggi dan mobilitas sosial bagi keluarga miskin. Melalui program ini, diharapkan muncul lebih banyak SDM unggul dari kelompok prasejahtera yang berkontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa akses terhadap pendidikan tinggi kini semakin inklusif, tidak lagi menjadi hak istimewa bagi kalangan tertentu, melainkan peluang bagi setiap warga negara yang berkomitmen untuk belajar dan berkontribusi bagi negeri.

0 Comments