Atribut Ditarik-Tarik Orator Didorong-Dorong, Aktivis Kecewa Berat Ke Kapolrestabes Makassar

UJARAN - Tindakan represif oknum aparat Kepolisian yang membubarkan paksa aksi unjuk rasa yang digelar Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kamis (02/11/23) kemarin menuai protes dari kalangan aktivis.

Dari informasi yang dikutip dari tribun, Pembubaran aksi itu dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Darminto. Saat Tim gabungan Polrestabes Makassar tiba, massa aksi langsung kocar-kacir melarikan diri. Beberapa dari mereka lari masuk ke belakang deretan kios di tepi jalan Sultan Alauddin.

Ada juga tiga mahasiswi yang masuk ke toko penjual helm bersembunyi namun didapat oleh petugas. Beberapa mahasiswa lainnya juga masuk ke dalam toko penjualan sepatu, namun tetap terciduk. Total ada 11 mahasiswa dan mahasiswi yang diamankan dalam pembubaran itu.

Jumat (03/11/23), dalam pantauan di Lokasi, kembali Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (HIMAPOL UINAM) mendapat tindakan represif dari aparat Kepolisian. 

Massa aksi kembali dihadang oleh aparat kepolisian yang berjaga, bahkan menurut salah satu massa aksi membeberkan kalau massa masuk kejalan akan diangkut oleh petugas. Dan segera dihentikan aspirasinya saat melakukan orasi.

“Dilarang keluar dijalan, kalau ada bergeser sedikit angkut saja,” ujar Paskal salah satu aktivis mahasiswa menirukan oknum petugas kepolisian di lokasi unjuk rasa.

“Ada tekanan ini dari kepolisian dilarang aksi dijalan kalau dijalan langsung di angkut,” ujarnya kepada ujaran.

Terlihat dari video yang diterima ujaran, terlihat aparat kepolisian menghalanghalangi orator menyampaikan aspirasi, orator didorong-dorong. Namun kendati demikian, orator tetap bersikukuh berorasi. Bahkan atribut unjuk rasa di lokasi ditarik-tarik oleh oknum aparat berseragam.

Massa aksi menuntut beberapa poin tuntutan diantaranya; menolak sistem pendidikan MBKM, mengecam KKN di Indonesia, turunkan harga BBM, stabilitas ekonomi, tolak Presiden Treshold (PT) 20 %. Serta mengecam tindakan intimidasi dari pihak kepolisian terhadap demonstran dan meminta Kapolrestabes Makassar mengevaluasi kepada aparat yang melakukan tindakan represif.

Massa aksi yang malakukan aksi didepan kampusnya, yaitu Kampus 1 UINAM merasa sangat kecewa atas tindakan represif aparat kepolisian di lokasi unjuk rasa.

“Kami kecewa berat dengan Kapolrestabes Makassar, kami pastikan akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi,” ujarnya.

0 Comments