
UJARAN.GOWA – Puluhan Kader Serikat Aktivis Mahasiswa Indonesia (SAKTI) Melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Gowa dengan membawa tuntutan evaluasi satu tahun kinerja Ketua DPRD kabupaten Gowa pada Senin, (02/11/2020).
Puluhan kader tersebut menuntut transparansi anggaran Covid-19 di Kabupaten Gowa dan beberapa polemik yang terjadi di Kabupaten Gowa yang diketahui sampai pada hari ini belum di selesaikan.
Jendral lapangan, Nur Ikram Nika menyampaikan bahwa Kedatangan mereka murni meminta penjelasan terkait anggaran covid-19.
“Kedatangan kita disini adalah murni untuk meminta penjelasan ketua DPRD Kabupaten Gowa terkait dengan anggaran covid-19 yang di kelolah oleh Pemerintah Kabupaten. Kita hanya ingin melihat dan mendengar penjelasan bahwa uang negara yang di pakai untuk menangani covid-19 betul-betul sesuai dengan peruntukannya,” ungkapnya.
Ia juga menyangkan karena kedatangan mereka tidak diindahkan oleh Ketua DPRD Kabupaten Gowa.
“Sangat di sayangkan kedatangan kita kesini itu tidak mampu di indahkan oleh ketua DPRD yang katanya sementara di Jakarta membawa aspirasi Mahasiswa, padahal kedatangan kita hari ini itu kemudian sudah di konfirmasi awal oleh pihak kepolisian akan tetapi hari ini Ketua DPRD Kabupaten Gowa nyatanya tidak ada di kantor, ini menandakan bahwa ada sesuatu yang coba di tutup-tutupi sehingga dia tidak berani menemui teman-teman massa aksi,” tambahnya dalam orasi ilmiahnya.
Orator selanjutnya, Resaldi menegaskan akan datang kembali dan membawa massa yang lebih banyak.
“Hari ini cuman Aksi Prakondisi walaupun Ketua DPRD Kabupaten Gowa menghindar dan enggan untuk bertemu massa aksi maka, yakin dan percaya kami akan datang kembali dengan tuntutan yang sama massa aksi yang lebih banyak. Konflik berkepanjangan yang terjadi di tombolo pao adalah salah satu bukti nyata bahwa ketua DPRD Kabupaten Gowa selaku putra daerah Tombolo Pao itu kemudian tidak mampu untuk mengakomodir persoalan-persoalan rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia pun juga menyayangkan sikap ketua DPRD karena tak mampu menemui peserta aksi.
“Sangat di sayangkan sikap Ketua DPRD karena tidak mampu menemui Kader Aktivis Mahasiswa Indonesia (SAKTI), kita akan datang kembali dan memaksakan untuk bertemu dengan ketua DPRD Kabupaten Gowa untuk mendiskusikan apa yang menjadi tuntutan kita,” tambahnya.
(Riswandii)
0 Comments