Disoroti Aktivis, Ka Unit BRI Tassililu Angkat Bicara

Kantor BRI Unit Tassililu.

UJARAN.SINJAI – Disoroti aktivis Gerakan Sinjai Muda (GSM) yang dinggap memotong jumlah bantuan sosial jenis Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai 2,4 juta menjadi 2,3 juta, Kepala Unit Tassililu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Yusuf berkomentar perihal ini.

Menurutnya, bantuan yang 2,4 tersebut tidak terpotong tetapi tersimpan di tabungan nasabah.

“2,4 Jt bantuan, 2,3 di cairkan dan 100 ribu tersimpan di tabungan,”Tulisnya saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/20).

Ia mengakui bahwa memang 2,3 juta itu sifatnya hanya himbauan kenasabah, nasabah bisa mencairkan kapan saja.

“Pribadi sy mohon maaf, bahwa yang masalah 2,3 juta itu sebenarnya hanya sifatnya himbauan ke nasabah untuk menarik dana BPUMnya sesuai dengan kebutuhanya. Adapun yg tersisa 100 ribu tetap menjadi hak nasabah dan bisa dicairkan kapan saja. Dan tetap bisa dicairkan senilai 2,4 jt,”Ujarnya.

Ia menekankan bahwa kedepan pihaknya akan terus memperbaiki pelayanan publik dibawah komandonya.

“Insya Allah. Kami berjanji kedepannya akan terus memperbaiki pelayanan ke masyarakat dengan baik,”Ungkapnya.

Sebelumnya, Asrullah selaku aktivis GSM menyoroti terkait dugaan pemotongan dan protokol kesehatan yang tidak diterapkan BRI Unit Tassililu.

“Saya liat pegawainya melayani tidak memakai masker begitu juga dengan kapala unitnya, ini sangat mencederai pelayanan publik apalagi memakai masker adalah anjuran pemerintah,”Ucapnya. Rabu, (28/10/20). (Red/Pensa)

0 Comments