Bendungan di Bone, Warga Tegas 'Aco-acoan'

UJARAN.BONE – Polemik Bendung Lalengrie masih terus berlanjut sampai saat ini yang masih di tutup warga karena tidak sesuai titik dan dipindahkan tanpa sepengetahuan warga Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone.

Merespon hal itu, rombongan anggota DPRD Sulsel melakukan kunjungan dan tiba dilokasi bendungan untuk mengecek langsung masalah tersebut, Rabu (21/10/20).

Ketua Komisi D Bidang Pembangunan, Jhon Rende Mangontan menerangkan bahwa pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari hasil pertanian tapi kenyataannya ini tidak maksimal sehingga ada protes dari masyarakat.

“Jadi begini, pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat dari segi pertanian, yang mana bendung ini bisa meningkatkan hasil pertanian yaang tadinya cuma bisa ptoduksi 1 kali jadi bisa 2 atau 3 kali produksi, tapi kenyataan bahwa mungkin pembangunan ini tidak maksimal sehingga ada protes dari masyarakat, dan protes masyarakat ini kami bawa ke rapat dengar pendapat di Provinsi dan hari ini kami tutun dan melihat dari dekat apa yang menjadi persoalan, dan setelah kami melihat langsung persoalan ini kami sutuh dulu Kontraktor untuk istirahat supaya masyarakat bisa kumpulkan datanya dan pihak PUPR kumpulkan datanya dan kita akan diskusikan kembali minggu depan di Makassar,” terangnya.

Ditempat terpisah, putra daerah dan tokoh pemuda Desa Ujung Lamuru yang berprofesi sebagai dosen sekaligus Dekan di FTI UMI Makassar, Zakir Sabara H. menegaskan, tuntutan masyarakat telah didengarkan oleh Anggota DPRD Sulsel bahwa pembangunan dikembalikan ke titik semula.

“Jadi yang pertama itu tuntutan masyarakat telah di dengarkan oleh anggota dewan agar bisa dikembalikan ke titik awal, dan yang kedua pembangunan yang terjadi sekarang betul-betul tidak ada manfaatnya buat masyarakat dan bisa dibuktikan di lapangan bahwa janji seribu hektar dialiri air tidak sampai tiga hektar yang bisa di aliri air kalau pembangunan yang sekarang ini di lanjut dan ini pembangunan betul – betul sia-sia karana tidak bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya. (Red/Pensa)

0 Comments