Aktivis Muda, Sebut Arwan Tjahjadi Tokoh Pluralisme Indonesia Timur

UJARAN - Launching buku “mengalir dari pengusaha ke politisi” adalah sebuah kisah perjalanan panjang, Arwan Tjahjadi yang ditulis oleh Yudhistira Sukatanya dan alm. Shaifuddin Bahrum menggambarkan banyak kisah ketulusan ditengah keberagaman. Launching itu digelar di hotel Horison Ultima, Senin (15/01/24).

Nurhidayatullah B. Cottong, aktivis muda yang menjadi moderator dalam bedah buku tersebut menegaskan bahwa setelah membaca karya penulis senior tersebut. Ia lantas sedikit memahami makna perjuangan dan pengabdian Daeng Naba panggilan Makassar Arwan Tjahjadi. 

“Dari sudut manapun kita meneropong, saya mentok pada kesimpulan bahwa beliau adalah salah satu tokoh pluralisme Kota Makassar,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media. Kamis (18/01/24).

Hidayat menggambarkan, bahwa Daeng Naba adalah sosok yang menghargai keberagaman dengan apik, sederhana tetapi juga sangat luar biasa.

“Toddopuli kata orang makassar, Daeng Naba menerapkan itu dalam kesehariannya seiya sekata dengan perbuatan merangkul berbagai suku, agama, etnis, ras dan kelompok dalam bingkai kebudayaan dan kemanusiaan,” ujarnya.


Launching tersebut dihadiri kurang lebih 300 tokoh lintas agama, etnis, suku, ras dan penampilan berbagai hiburan kebudayaaan. Serta petuah dari Sekretaris MUI Sulsel sekaligus sebagai akademisi, Rektor Universitas Islam Makassaar, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc.,MA bersama Guru Besar Hukum Adat Unhas, Prof. Aminuddin Salle.

Narasumber bedah buku, yaitu Yudhistira Sukatanya, Muchlis Paeni dan Razak Djalle. Ditemani enam penanggap dari berbagai kalangan yang juga termasuk sahabat Daeng Naba (Arwan Tjahjadi). Yakni : Candra Djaja pengusaha sekaligus bos Horison Ultima. Bahtiar SH (Pengacara), Emmy Jita (Ketua PSMTI Sulsel), Agatha Senkey (Aktivis Perempuan Paranakan Kota Makassar), Ronny Japasal (Pekerja sosial) dan Prof Halilintar Lathief Budayawan sekaligus guru Besar UNM).

0 Comments