UJARAN.CO.ID – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menandatangani Nota Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Jumat (25/7/2025).
Penandatanganan ini menjadi bagian dari agenda strategis nasional dan disaksikan langsung oleh Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Yassierli, serta diikuti oleh kepala daerah dari berbagai provinsi.
Yang membanggakan, Bupati Welem Sambolangi menjadi satu-satunya kepala daerah dari Provinsi Sulawesi Barat yang menerima undangan resmi dari Menteri Transmigrasi RI untuk menjalin kerja sama langsung dengan BBPVP Makassar.
Hal ini menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Welem Sambolangi bersama Kepala BBPVP Makassar, La Ode Haji Polondu. "Kerja sama ini harus dimanfaatkan maksimal untuk mempersiapkan SDM Mamasa yang unggul," ujarnya.
Kerja sama ini mencakup berbagai program penting, mulai dari pelatihan berbasis kompetensi, peningkatan produktivitas, sertifikasi profesi, hingga pemberdayaan lulusan pelatihan serta penyediaan instruktur pelatihan untuk Mamasa.
Menteri Tenaga Kerja Yassierli dalam sambutannya mengapresiasi kepala daerah yang berinisiatif memperkuat pelatihan vokasi. "Kami menegaskan pentingnya memastikan tenaga kerja di seluruh Indonesia memiliki keterampilan yang relevan dan tersertifikasi guna menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Bupati Welem menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pelatihan, tetapi harus menjadi jalan nyata menuju dunia kerja. "Kami berharap seluruh alumni pelatihan yang telah bersertifikat dapat disalurkan ke sektor industri, perusahaan, atau instansi yang membutuhkan tenaga kerja, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional," ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai hadirnya pelatihan vokasi berkualitas akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka pengangguran, serta percepatan pembangunan ekonomi Mamasa. "Pelatihan ini menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kerja produktif dan kompetitif," ujarnya.
Kerja sama ini juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi, serta mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. "Penandatanganan MoU ini sangat penting bagi Kabupaten Mamasa dalam menyiapkan SDM yang unggul, tersertifikasi, dan siap bersaing di era global," pungkasnya.
0 Comments