![]() |
| Didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, Raffi menegaskan akan menempuh langkah hukum untuk membersihkan nama baiknya dari berbagai tuduhan yang beredar. |
UJARAN.CO.ID – Raffi Ahmad akhirnya buka suara terkait tudingan yang menyeret namanya dalam polemik dugaan pemberian hadiah kepada sosok yang disebut-sebut berkaitan dengan kasus yang tengah menjadi sorotan publik.
Didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, Raffi menegaskan akan menempuh langkah hukum untuk membersihkan nama baiknya dari berbagai tuduhan yang beredar.
Dalam konferensi pers, Raffi mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk lingkungan Istana dan pimpinan DPR, guna menentukan langkah yang akan diambil.
"Saya sudah berkomunikasi dengan pihak Istana, dengan Pak Teddy, Pak Seskab, juga berbicara dengan pimpinan DPR mengenai apa yang harus saya lakukan. Saya juga sudah mencari pengacara yang kompeten untuk membantu menyelesaikan semua ini," kata Raffi.
Menurut Raffi, langkah hukum yang ditempuh bukan hanya untuk membela nama pribadinya, tetapi juga menjaga amanah yang saat ini diembannya sebagai Utusan Khusus Presiden.
"Saya ingin membersihkan nama pribadi saya. Jangan sampai persoalan ini dibawa ke ranah politik. Karena sekarang saya diberi amanah sebagai Utusan Khusus Presiden, saya harus mengklarifikasi dan meluruskan semuanya," ujarnya.
Raffi mengaku selama ini memilih tidak terlalu menanggapi berbagai tudingan yang diarahkan kepadanya. Namun, kali ini ia merasa perlu memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
"Kalau dulu mungkin saya masih bisa bercanda. Tapi sekarang saya harus lebih serius dan meluruskan hal-hal yang tidak benar," tegasnya.
Sementara itu, Hotman Paris menilai tidak terdapat unsur pidana yang dapat diarahkan kepada pihak-pihak yang namanya sempat dikaitkan dalam kasus tersebut.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh tim hukum, tidak pernah terjadi pemberian barang sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.
"Kalau orang-orang BluRay itu, saya kira tidak ada peristiwa pidana yang bisa dilaporkan. Tidak ada bukti pemberian barang, tidak ada transaksi yang terjadi. Bahkan keterangan yang sebelumnya muncul juga sudah dicabut," kata Hotman.
Ia menambahkan, fokus tim hukum saat ini justru diarahkan kepada pihak-pihak yang diduga menyebarkan tuduhan tanpa dasar melalui media sosial.
"Yang menjadi target utama kami adalah orang-orang yang menuduh secara keji tanpa bukti di media sosial. Itu yang sedang kami inventarisasi," ujarnya.
Hotman juga menyoroti fenomena sejumlah akun media sosial yang dinilai sengaja membuat konten kontroversial demi meraih perhatian publik.
"Ada yang membuat tuduhan hanya untuk menaikkan follower. Ada juga yang mungkin punya motivasi politik tertentu. Itu yang akan kami telusuri," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Raffi mengungkapkan bahwa dirinya mendapat dukungan penuh dari keluarga dalam menghadapi polemik tersebut.
Ia mengaku saat menjalankan ibadah haji beberapa waktu lalu, dirinya hanya memanjatkan doa agar dijauhkan dari berbagai fitnah.
"Saya berdoa supaya dijauhkan dari segala hal buruk dan fitnah. Keluarga saya juga terus memberikan dukungan dan doa," tuturnya.
Raffi bahkan menyebut sang istri menanggapi isu tersebut dengan santai karena mengetahui kesehariannya.
"Istri saya malah ketawa-ketawa. Dia bilang saya bahkan tidak tahu PIN ATM sendiri. Jadi dia tahu persis seperti apa saya," katanya sambil tersenyum.
Menutup keterangannya, Raffi menegaskan akan mengikuti seluruh proses hukum apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh aparat penegak hukum.
"Saya taat hukum. Kalau memang dibutuhkan untuk memberikan keterangan, tentu saya siap. Tapi yang terpenting sekarang adalah meluruskan informasi yang tidak benar dan membersihkan nama baik saya," pungkasnya.

0 Comments