Politisi muda dan Aktivis Kota Makassar, Dirga Saputra.

UJARAN.MAKASSAR – Politisi muda dan Aktivis Makassar, Dirga Saputra yang biasa disapa bang Dirga, membeberkan keraguannya terhadap PJ Walikota Makassar saat ini.

Saat ditemui di salah satu Warkop di Jalan Boulevard, Minggu (27/09/20), Dirga yang ditanya oleh awak media perihal kinerja PJ. Walikota Makassar, Rudi Djamaluddin, memperlihatkan senyumannya dan mengatakan, Gubernur Sulsel sudah tepat memilih Rudy.

Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin diukur oleh serapan anggaran APBD disaat orang tersebut menjabat.

“Kita lihat sekarang pra tender kan sudah ada disetiap OPD masing-masing jadi gak ada alasan lagi kan,” kata Dirga.

Lanjutnya, sekalipun pihaknya pernah mempertanyakan kepada Unit Kerja Pelayanan Barang dan Jasa (UKPBJ) Kota Makassar mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pra tender, namun tak mendapatkan jawaban yang berkompeten.

“Jawaban yang saya dapatkan memang kurang kompeten menjelaskan kekami mengenai pra tender yang tak mempunyai SOP pra tender itu sendiri. Seharusnya SOP dulu melayang baru aplikasinya. Jadi setiap OPD tidak dapat menyanggah lagi,” ucapnya.

Dirga juga menyampaikan bahwa apapun jawabannya, PJ Walikota Makassar harus memperlihatkan kinerjanya dan berintegritas agar semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat melihat keseriusannya dalam membangun Kota Makassar. Apalagi, kata Dirga, Makassar Ibu Kota Sulawesi Selatan yang tentunya menjadi parameter kota-kota lainnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, serapan anggaran Kota Makassar memang menurun drastis dibanding tahun sebelumnya.

“Memang menurun drastis serapan anggaran Kota Makassar, dengan beberapa faktor yakni sumber daya manusia, faktor administrasi, dan faktor kebijakan,” terangnya.

Diakhir penjelasannya, ia kembali mengulas tentang statement salah satu pengamat politik yang meragukan tata kelola PJ Walikota Makassar dalam kepemerintahan.

“Pada saat pemilihan PJ Walikota, sempat pengamat politik mengatakan bahwa PJ Walikota saat ini diragukan dalam mengelola pemerintahan, Jika memang tidak seperti apa yang dikatakan para pakar politik buktikan saja. Ya, sekarang kita nilai saja bagaimana pemerintahan saat ini,” tutup Dirga. (Red/Pensa)